Waktu menunjukan pukul 03.45 waktu Indonesia bagian Banten, langit gelap tanpa terlihat bulan yang semestinya, empat masang mata masih terlelap menikmati mimpinya, sedang saya dan istri sudah terjaga, Aburas yang sudah dipersiapkan sejak kemarin seolah sudah berteriak hayo, hayo, hayo! Perlengkapan safety sudah terbawa dan safety jaket sudah melekat.

Tiba-tiba Hujan deras datang tanpa permisi, mengikis niat perjalanan yang sudah dipersiapkan. Diambil sebatang benda hitam yang bersignal, kemudian meluncurkan pesan online ke seorang sahabat. Bro, disisni hujan Deras bagaimana rencana kita? Oke, Kalem ! jawabnya.

Hujan deras tak kunjung berhenti, benar benar sudah menghapus niat perjalanan kali ini. Bro, Hujan berhenti gw langsung cus ya!. Iya, Kalem.! Jaket yang melekat akhirnya terlepas, Adzan shubuh berkumandang dan lekas membasahi bagian tubuh, usai menunaikan kewajiban hujan tak kunjung berhenti dan menunggu sembari meluruskan kaki. Dan Jreng..jreng….!! Gw ketiduran, langit sudah terang tapi hujan belum juga berhenti. Pagi ini cuaca sungguh menggemaskan. Rintik hujan dan terpaan angin yang membuat tubuh semakin enggan digerakan.
Bro, sepertinya nanti siang gw jalannya ! ok, Kalem ! gw Hari ini free.

Ada apa sih hari ini??
Beberapa hari yang lalu punya rencana menyaksikan sunrise sembari ngopi dan ambil gambar plus video di Danau Biru Cigaru bersama Bro proleevo dan Cikgu Andi Hasdi, Dulu kita Trio Motor TVS Apache 180, proleevo dengan kuda putihnya, Cikgu dengan kuda Hitamnya sedangkan saya dengan Kuda Merahnya, sampai saat ini cikgu masih dengan kuda hitamnya sedang proleevo sudah gonta ganti motor sedangkan saya sudah kembali ke Pulsar.



Mengambil beberapa gambar dan video vlog khusus channel proleevo yang akan tayang nanti, kalau saya berniat belajar vlog dan google ads ala proleevo.
Lanjut, Akhirnya jam 12,30 saya meluncur dari rumah sampai di Telaga Bestari pkl. 13.20 awal saya menjumpai Cikgu Andi yang ternyata sedang sibuk dibengkelnya, saya pamit dan merapat ke rumah Proleevo.

Dari jarak jauh Proleevo sudah di depan rumahnya, menatap langit yang masih terlihat sendu. Senyum sapa hangat beliau serta teriakan dari putri putri kecilnya menyambut. Dipersilahkan masuk dan menanyakan kepastian rencana hari ini.

Proleevo : Bawa Cheststrap gak?
Poenyakoer : Nggak ey, elu gak bilang kalua butuh. Gw ada dirumah.
Proleevo : Gimana, mau jalan sekarang atau nanti?
Poenyakoer: Bebas.
Proleevo : Kalau mau, jalan sekarang mumpung terang. Kalau sore gak tau
Poenyakoer : Boleh
Proleevo : Om Andi mau jalan gak ya?
Poenyakoer : Gak tau, tadi lagi bongkar motor
Obrolan terputus karena datang sajian lemon tea special (Pake lemon) dari dapur !
Krik..krik..krikk…

Poenyakoer : bagaimana, jadi jalan sekarang? Kalau iya, gw gak buka laptop nih.
Proleevo : Yuk

Kita bersiap dan meluncur ke bengkel cikgu Andi Hasdi, sampai didepan bengkelnya, beliau masih terlihat sibuk dengan motor.
Ngobrol sebentar dan memastikan keikutsertaan kang andi ke Danau Biru, yang ternyata kalau siang ini berangkat beliau tidak bisa. Karena sore nanti beliau akan menjemput anaknya di pesantren.

Akhirnya hanya 2 P yang akan meluncur ke lokasi, dari Telaga Bestari Kami mengarah ke Jl. Aria Jaya Santika, kemudian ke Jl. Syech Mubarok, di tepi jalan sebelah kiri terdapat plang SMP Negeri 1 Cisoka dan Wisata Danau Biru Cigaru.
Terdapat beberapa danau jika melintasi jalan ini, tapi destinasi kita bukan yang ini. Kami masih harus terus ke depan sekitar 1 KM dan disambut gapura “ Selamat Datang di Danau Biru Cigaru” Retribusi Pertama memasuki Kawasan ini dan Harus membayar Rp. 7.000,-melewati gapura belok kanan dan kami berniat masuk kedalam danau ternyata tidak boleh. Kami mengambil beberapa gambar di muka Danau dan harus parkir Motor kami, tertera biaya parkir sebesar Rp. 5.000,-


Berjalan menuju beberapa spot yang kami anggap bagus, mengambil gambar dan video. Terlihat Resto Perahu yang sedang dibangun, ada getek yang siap mengantar ke tengah danau. Kawasan ini terdapat 3 Danau Kecil yang (bekas galian Pasir) danau yang pertama berwarna kebiruan, yang kedua biru kehijauan dan yang ketiga berwarna hijau kecoklatan.




Cuaca disini ternyata diluar dugaan kami, diawal perjalanan cuaca mendung tapi berbeda di danau ini, matahari cukup terik yang memaksakan kami harus berhenti sejenak dan menikmati sebotol air minum dan mengamati perubahan cuaca.
Buat yang di Tangerang dan sekitarnya bisa menjadikan tempat ini sebagai pelipur lara ketika sudah jenuh dengan Mall, atau penatnya suasana Kota. Tersedia Pula Kolam Renang dan Sepeda air jika membawa anak-anak.
Saat berteduh diwarung kami berniat untuk mencari objek wisata berikutnya disekitar sini, agar sekali mendayung 2 pulau terlewati. Dan kami mendapati……..
(Bersambung)